Kata Mutiara

Jadilah yang terbaik di antara yang baik atau setidaknya menjadi yang baik di antara yang tidak baik

Menghitung Akurasi dan Presisi Pengukuran

Di setiap melakukan pengukuran, selalu saja terdapat error pada hasil pengukuran tersebut.  Lantas, bagaimana cara mengetahui error pengukuran sehingga nilai yang sebenarnya dapat diperoleh? Ada dua parameter yang berkaitan dengan error pengukuran tersebut, yaitu akurasi dan presisi. Hasil pengukuran yang baik dari suatu parameter, dapat dilihat berdasarkan tingkat presisi dan akurasi yang dihasilkan.

Akurasi menunjukkan kedekatan nilai hasil pengukuran dengan nilai sebenarnya. Untuk menentukan tingkat akurasi perlu diketahui nilai sebenarnya dari parameter yang diukur dan kemudian dapat diketahui seberapa besar tingkat akurasinya. Presisi menunjukkan tingkat reliabilitas dari data yang diperoleh. Hal ini dapat dilihat dari standar deviasi yang diperoleh dari pengukuran, presisi yang baik akan memberikan standar deviasi yang kecil dan bias yang rendah. Jika diinginkan hasil pengukuran yang valid, maka perlu dilakukan pengulangan, misalnya dalam pengukuran berat badan atau tinggi badan seseorang dilakukan pengulangan sebanyak n kali. Dari data tersebut dapat diperoleh ukuran harga nilai terukur adalah rata-rata dari hasil yang diperoleh dan standar deviasi. Perbandingan dari tingkat presisi, akurasi dan bias dari suatu hasil pengukuran dapat diilustrasikan pada gambar 1.

Gambar 1. Pola hasil pengukuran analitik

Gambar 1 menyajikan pola target hasil dari olah raga menembak atau memanah yang analog dengan pola hasil pengukuran analitik yang ideal. Pada gambar 1 (a) sebaran data cukup baik dan mendekati data aslinya. Hasil data dikatakan presisi dan tidak bias atau tidak  menyimpang. Gambar 1 (b) menunjukkan sebaran data yang presisi, tetapi menyimpang dari target yang sebenarnya berarti data dikatakan bias. Gambar 1 (c) menunjukkan sebaran data yang meluas berarti data yang diperoleh tidap presisi. Data 1 (c) tersebut tidak bias relatif jika dibandingkan dengan data 1 (d) yang sama-sama tidak presisi. Faktor-faktor presisi dan bias ini sangat ditentukan oleh terjadinya faktor-faktor kesalahan yang terjadi selama pengukuran.

Untuk mengetahui nilai presisi dan akurasi suatu pengukuran dapat dibaca di : Menghitung nilai Presisi dan Akurasi Pengukuran

3 Responses to “Menghitung Akurasi dan Presisi Pengukuran”

  • ima:

    apa yg dimaksud dengan bias dan tidak bias?.. mohon penjelasannya

  • @Ima: “bias” dalam bahasa sehari-hari dapat diartikan: 1 simpangan; 2 dalam Fisika diartikan belokan arah dr garis tempuhan krn menembus benda bening yg lain (spt cahaya yg menembus kaca, bayangan yg berada dl air); berbelok dr arah (spt perahu yg dilanggar ombak, hujan yg tertiup angin); 3 menyimpang (tt nilai, ukuran) dr yg sebenarnya. Dalam bahasa pengukuran, berarti nilai yang diperoleh tidak sesuai dengan kenyataannya. Kalau nilai sebuah pengukuran ada ‘bias’ maka berarti ada banyak terjadi kesalahan (error) dalam pengukuran tersebut.

  • mohon uraian detailnya disertai rumus2nya.
    makasih

Leave a Reply

*

Spam Protection by WP-SpamFree

Switch to our mobile site